PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI INDONESIA: MENGEMBANGKAN KOMPETENSI DAN KARAKTER SISWA DALAM ERA
Kata Kunci:
Kurikulum Merdeka, Pendidikan Fleksibel, Kompetensi Siswa, Pengembangan Karakter, Tantangan ImplementasiAbstrak
Kurikulum Merdeka adalah sebuah inisiatif yang diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia sebagai respons terhadap tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis dan global. Dalam menghadapi perubahan zaman yang serba cepat ini, Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan kebebasan yang lebih besar kepada sekolah, guru, dan siswa dalam menentukan cara pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing. Fokus utama dari implementasi kurikulum ini adalah untuk mengembangkan kompetensi siswa, baik dalam hal keterampilan teknis maupun keterampilan sosial, serta membentuk karakter yang kuat. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga bertujuan untuk memberikan pendidikan yang lebih fleksibel, relevan dengan perkembangan zaman, serta mengakomodasi keberagaman budaya dan kondisi lokal di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia, menganalisis dampaknya terhadap pengembangan kompetensi dan karakter siswa, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, ditemukan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan berbagai peluang bagi siswa untuk berkembang lebih mandiri dan kreatif, terdapat tantangan terkait kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, serta perbedaan kualitas pendidikan antar daerah yang harus diatasi agar tujuan kurikulum ini dapat tercapai secara optimal.
The Independent Curriculum is an initiative introduced by the Indonesian government in response to the demands of an increasingly dynamic and global education world. In facing the rapid changes of this era, the Independent Curriculum is designed to provide greater freedom to schools, teachers, and students in determining learning methods that suit their individual needs and potential. The main focus of the implementation of this curriculum is to develop student competencies, both in terms of technical skills and social skills, as well as to form strong characters. In addition, the Independent Curriculum also aims to provide education that is more flexible, relevant to current developments, and accommodates cultural diversity and local conditions in Indonesia. This article aims to examine the implementation of the Independent Curriculum in Indonesia, analyze its impact on the development of student competencies and characters, and identify the challenges and opportunities that arise in its implementation. Based on the results of the study using a qualitative approach, it was found that although the Independent Curriculum provides various opportunities for students to develop more independently and creatively, there are challenges related to the readiness of human resources, facilities, and differences in the quality of education between regions that must be overcome so that the objectives of this curriculum can be achieved optimally.