ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA : KAJIAN STUDI LITERATUR

Penulis

  • Dewi Syafriani Universitas Negeri Medan
  • Anisa Silvia Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Desliana Universitas Negeri Medan
  • Gustini Renti Lidia Siburian Universitas Negeri Medan
  • Putri Ayu Pratiwi Universitas Negeri Medan
  • Sri Wulan Dari Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Kurikulum Merdeka, Kemandirian Belajar, Pembelajaran Berdiferensiasi, Asesmen Formatif

Abstrak

Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran serta mendorong kemandirian siswa. Kurikulum ini menekankan pembelajaran berdiferensiasi, proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), dan asesmen formatif. Penelitian ini menganalisis kontribusi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan sikap kemandirian belajar siswa melalui studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum ini memberi kebebasan bagi guru dalam merancang pembelajaran, meningkatkan partisipasi siswa, dan mendorong eksplorasi materi sesuai minat mereka. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti kesiapan pendidik, keterbatasan teknologi, dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan guru serta kebijakan yang mendukung agar kurikulum ini dapat diterapkan secara optimal.

 

Merdeka Curriculum is designed to provide flexibility in learning and encourage student independence. This curriculum emphasizes differentiated learning, projects to strengthen the Pancasila learner profile (P5), and formative assessment. This study analyzes the contribution of Merdeka Curriculum in increasing students' learning independence attitudes through literature studies. The results of the study show that this curriculum gives teachers freedom in designing learning, increases student participation, and encourages exploration of material according to their interests. However, its implementation still faces obstacles such as educator readiness, limited technology, and infrastructure. Therefore, teacher training and supportive policies are needed so that this curriculum can be implemented op.

 

 

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30