“MENJAGA KEUTUHAN BAHASA INDONESIA DI ERA DIGITAL: MENYIKAPI MARAKNYA BAHASA GAUL DAN ISTILAH ASING DALAM KOMUNIKASI SEHARI-HARI”

Penulis

  • Hendra Kurnia Pulungan Univeristas Negeri Medan
  • Eka Mindasari Br Ginting Univeristas Negeri Medan
  • Frendi Sinaga Univeristas Negeri Medan
  • Marnatauli Barasa Univeristas Negeri Medan
  • Rade Yamen Tamba Univeristas Negeri Medan
  • Santi Sihombing Univeristas Negeri Medan

Kata Kunci:

Bahasa Indonesia, Bahasa Gaul, Istilah Asing, Media Sosial, Identitas Nasional, Pelestarian Bahasa

Abstrak

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa nasional secara strategis untuk menyatukan berbagai suku dan budaya di Indonesia. Namun, di era teknologi modern, Bahasa Indonesia menghadapi banyak tantangan, terutama karena penggunaan bahasa gaul dan istilah asing dalam komunikasi sehari-hari, terutama di kalangan remaja yang aktif menggunakan media sosial. Perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan metode komunikasi yang lebih singkat dan efektif adalah semua faktor yang menyebabkan fenomena ini terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak penggunaan bahasa gaul dan istilah asing terhadap keutuhan Bahasa Indonesia dan untuk menentukan upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan memperkuat fungsi bahasa nasional sebagai identitas bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi studi literatur dan pendekatan kuantitatif dengan melakukan survei kepada masyarakat pengguna bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul dan istilah asing. Akibatnya, diperlukan tindakan strategis yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga media massa, untuk memberi tahu orang-orang tentang pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Media sosial, yang merupakan platform utama komunikasi kontemporer, juga harus dimanfaatkan untuk melestarikan Bahasa Indonesia agar tetap menjadi bahasa utama dalam komunikasi sehari-hari sambil mempertimbangkan perubahan zaman.

 

Indonesian serves as a strategic national language to unite various ethnicities and cultures in Indonesia. However, in the era of modern technology, Indonesian faces many challenges, especially due to the use of slang and foreign terms in everyday communication, especially among teenagers who actively use social media. The development of information technology, globalization, and shorter and more effective communication methods are all factors that cause this phenomenon to occur. The purpose of this study is to evaluate the impact of the use of slang and foreign terms on the integrity of the Indonesian language and to determine strategic efforts that can be made to maintain and strengthen the function of the national language as a national identity. This study uses a combination of literature study methods and quantitative approaches by conducting surveys of language users. The results of the study indicate that the use of slang and foreign terms. As a result, strategic actions are needed involving various parties, from the government, educational institutions, to the mass media, to inform people about the importance of using Indonesian properly and correctly. Social media, which is the main platform for contemporary communication, must also be utilized to preserve Indonesian so that it remains the main language in everyday communication while considering the changing ti.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30