PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUDAYA RAMA BERBASIS DIORAMA EDUKATIF PADA MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI KEPATIHAN 01 JEMBER

Penulis

  • Syafirah Qurrotul A'yun Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Lailatul Usriyah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Kata Kunci:

Pengembangan Media, Media Budaya RAMA, Diorama Edukatif, IPAS

Abstrak

Pemilihan media pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan perkembangan zaman serta karakteristik peserta didik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas IV SDN Kepatihan 01 Jember, diketahui bahwa antusisme siswa masih rendah, media pembelajaran yang tersedia masih terbatas, serta siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Keberagaman Budaya Indonesia. Adapun Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan proses, kelayakan, dan keefektifan dari pengembangan media Pembelajaran Budaya RAMA Berbasis Diorama Edukatif Pada Materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas IV di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepatihan 01 Jember. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model ADDIE. Uji coba dilakukan dalam dua tahap, yaitu skala kecil yang melibatkan 7 siswa dan skala besar yang melibatkan 21 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, angket, dokumentasi, serta tes. Adapun analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Produk yang dikembangkan berupa media Diorama Budaya RAMA pada mata pelajaran IPAS untuk siswa kelas IV SDN Kepatihan 01 Jember. (2). Hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran memperoleh persentase 97,3% dengan kategori sangat layak dan (3). Hasil uji efektivitas menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai sig -16.337 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan media. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar (0,65) menunjukkan peningkatan pemahaman siswa pada kategori sedang. Dengan demikian media pembelajaran Budaya RAMA Berbasis Diorama Edukatif dinyatakan cukup efektif diterapkan dalam proses pembelajaran.

The choice of teaching media should match the times and the characteristics of the students so that the learning process can take place as effectively as possible. Based on the observations and interviews conducted in class IV of SDN Kepatihan 01 Jember, it was found that students' interest is still low, the available learning media is limited, and students have difficulty understanding the material on the diversity of Indonesian culture. The purpose of this research is to describe the process, feasibility, and effectiveness of developing an educational diorama-based media for cultural learning called Rama, specifically for the Science and Social Studies (IPAS) subject in fourth-grade students at SDN Kepatihan 01 Jember. This study uses the Research and Development (RnD) method with the ADDIE model. The test was carried out in two stages: a small-scale trial involving 7 students and a large-scale trial involving 21 students. The data collection techniques used include observation, interviews, questionnaires, documentation, and tests. The data analysis was done in a descriptive way using both qualitative and quantitative approaches. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). The product developed is a cultural diorama media for the IPAS subject, designed for fourth-grade students at SDN Kepatihan 01 Jember. The validation results from the subject matter expert, media expert, and learning expert obtained a percentage of 97.3% with the category of very good and (3). The effectiveness test results using a Paired Sample T-Test show a significance value of -16.337, which is less than 0.05. This means there is a significant difference between the results before and after using the media. In addition, the N-Gain test results of 0.65 indicate an increase in students' understanding, which falls into the moderate category. Therefore, the educational diorama-based media for learning the Rama Culture is considered effective enough to be used in the learning process.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30