DARI SEDIH HINGGA BAHAGIA: TRANSFORMASI MAKNA EMOTIKON MENANGIS DALAM BERKOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL

Penulis

  • Cristin Gultom Universitas Negeri Medan
  • Angel Ramayanti Samosir Universitas Negeri Medan
  • Nova Marcelina Sitanggang Universitas Negeri Medan
  • Sisilia Nababan Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Anggie Januarsyah Daulay Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Emotikon, Media Sosial, Komunikasi Digital, Transformasi Makna

Abstrak

Emotikon, sebagai bagian dari komunikasi non-verbal, telah menjadi elemen penting dalam interaksi di media sosial. Salah satu emotikon yang paling sering digunakan adalah emotikon menangis, yang dahulu identik dengan ekspresi kesedihan atau penderitaan. Namun, dalam perkembangannya, emotikon ini mengalami perubahan makna yang signifikan, mencakup berbagai emosi seperti kebahagiaan, terharu, atau bahkan kebingungannya situasi. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna emotikon menangis dalam komunikasi di media sosial dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi cara masyarakat berinteraksi secara digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan mengamati contoh-contoh penggunaan emotikon menangis di berbagai platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotikon menangis tidak lagi terbatas pada simbol kesedihan, melainkan juga dapat mencerminkan kebahagiaan, keheranan, atau bahkan sindiran humoris. Perubahan makna ini mencerminkan dinamika bahasa digital yang semakin fleksibel dan kontekstual. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana simbol digital seperti emotikon dapat memperkaya dan memperumit komunikasi di era media sosial.

Emotikons, as part of non-verbal communication, have become an important element in interactions on social media. One of the most frequently used emotikons is the crying emotikon, which used to be identical to expressions of sadness or suffering. However, along with its development, this emotikon has undergone significant changes in meaning, covering various emotions such as happiness, being moved, or even distress. This journal aims to analyze the transformation of the meaning of the crying emotikon in communication on social media and how these changes affect the way people interact digitally. The method used in this study is a qualitative analysis by observing examples of the use of crying emotikons on various social media platforms. The results of the study show that the crying emotikon is no longer limited to a symbol of sadness, but can also represent happiness, surprise, or even humorous sarcasm. This change in meaning reflects the dynamics of digital language that is increasingly flexible and contextual. These findings provide new insights into how digital symbols such as emotikons can enrich and complicate communication in the era of social media.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30