KONSEP DASAR DAN SEJARAH KURIKULUM

Penulis

  • Laurensia M.Perangin Angin Universitas Negeri Medan
  • Agum Budianto Universitas Negeri Medan
  • Diva Egita Purba Universitas Negeri Medan
  • Parasina Caroldion Br. Siburian Universitas Negeri Medan
  • Rizky Dwi Aprilia Harahap Universitas Negeri Medan
  • R. Nazra Fitri Namira Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Sejarah, Perubahan, Pendidikan, Peran

Abstrak

Dalam suatu sistem pendidikan kurikulum itu sifatnya dinamis serta harus selalu dilakukan perubahan dan pengembangan, agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Meskipun demikian, perubahan dan pengembanganya harus dilakukan secara sistematis, terarah, tidak asal berubah. Sejarah kurikulum di Indonesia sudah melalui perjalanan panjang, sejarah mencatat perubahan tersebut mulai tahun 1947, 1952, 1964, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan yang palin anyar adalah kurikulum 2013. Kurikulum harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut, karena pendidikan dianggap sebagai cara yang paling strategis untuk mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan sendiri merupakan aktivitas sosial dan budaya yang telah ada sejak lama. Seiring dengan berkembangnya manusia dan keinginannya untuk mewariskan ilmu serta pengalaman kepada keturunannya, terjadilah proses komunikasi dan pendidikan. Dalam proses tersebut, berbagai aspek kehidupan seperti budaya, sosial, teknologi, kepercayaan, ilmu pengetahuan, pola pikir, sikap, serta cara berbicara dan bertindak diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui pendidikan, terjadi proses pewarisan nilai-nilai kehidupan. Orang tua merasa yakin bahwa anak-anak mereka dapat melanjutkan kehidupan keluarga, dan masyarakat percaya bahwa generasi baru mampu menjaga keberlangsungan kelompoknya. Ketika sebuah masyarakat berkembang menjadi sebuah bangsa, maka keyakinan tersebut juga berlaku bahwa pendidikan akan memastikan keberlanjutan kehidupan bangsa tersebut. Oleh karena itu, memahami perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu sangatlah penting. Hal ini akan memberikan kesadaran lebih dalam mengenai peran kurikulum serta urgensinya untuk terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan zaman.

In an educational system, the curriculum is dynamic and must always undergo changes and developments to keep up with the evolution and challenges of the times. However, these changes and developments should be carried out systematically, purposefully, and not haphazardly. The history of the curriculum in Indonesia has gone through a long journey, with recorded changes starting from 1947, 1952, 1964, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, and the latest being the 2013 curriculum. The curriculum must adapt to these changes, as education is considered the most strategic way to follow the progress of the times. Education itself is a social and cultural activity that has existed for a long time. As humanity develops and desires to pass on knowledge and experiences to future generations, processes of communication and education occur. In this process, various aspects of life such as culture, social issues, technology, beliefs, knowledge, ways of thinking, attitudes, and modes of speaking and acting are inherited by the next generation. Through education, there is a process of passing down life values. Parents are confident that their children can continue the family’s way of life, and society believes that the new generation can maintain the continuity of their group. As a society evolves into a nation, this belief also holds that education will ensure the sustainability of the nation's life. Therefore, understanding the development of the curriculum over time is very important, as it will provide deeper awareness of the curriculum's role and its urgency to be continuously developed in accordance with the needs of the times.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30