PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA KURIKULUM MERDEKA
Kata Kunci:
Karakter, Nilai-Nilai Pancasila, Profil Pelajar PancasilaAbstrak
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan identitas bangsa Indonesia. Dalam konteks pendidikan di Sekolah Dasar (SD), materi PPKn tidak hanya berfungsi sebagai pengantar pengetahuan tentang nilai-nilai Pancasila dan hak serta kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum Merdeka memberi kebebasan dan berpusat pada siswa, guru dan sekolah bebas menentukan pembelajaran yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode literatur dan studi Pustaka. Peneliti memulai dengan mengumpulakn literatur yang akan digunakan dalam penelitian ini, contohnya buku, jurnal, dan dokumen yang terkait dengan materi kurikulum Merdeka dan materi Pancasila. Proses ini melibatkan pencarian sumber-sumber yang membahas implementasi Pancasila dalam pendidikan karakter, serta dampaknya terhadap siswa di tingkat sekolah dasar. Karakter secara harfiah berasal dari bahasa Latin Charakter, yang antara lain berarti: watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak. Sehingga karakter dapat difahami sebagai sifat dasar, kepribadian, tingkah laku/perilaku dan kebiasaan yang berpola. Profil pelajar Pancasila adalah suatu program dari kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendidikan karakter. Profil pelajar pancasila diharapkan dapat mewujudkan lulusan yang memperlihatkan karakter serta kemampuan atau keterampilan yang diperlukan dan dapat dicapai serta meneguhkan nilai-nilai luhur pancasila pada peserta didik serta para pemangku atau penyelenggara kepentingan (Syafi’i, 2022). Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diajarkan pengetahuan akademis, tetapi juga sikap dan perilaku yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila. Melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual dalam Kurikulum Merdeka, siswa didorong untuk mengembangkan sikap beriman dan bertakwa, menghargai keberagaman, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong. Selain itu, pendidikan ini menekankan pentingnya berpikir kritis dan kreatif, yang merupakan bagian dari karakter yang diharapkan dari Profil Pelajar Pancasila.
Pancasila and Citizenship Education (Civics) has a very important role in shaping the character and identity of the Indonesian nation. In the context of education in elementary schools (SD), Civics material not only functions as an introduction to knowledge about Pancasila values and rights and obligations as citizens, but also as a means to instill attitudes and behaviors that reflect these values in everyday life. The Merdeka Curriculum provides freedom and is student-centered, teachers and schools are free to determine appropriate learning. The research method used in this research is using the literature method and literature study. Researchers began by collecting literature that would be used in this study, for example books, journals, and documents related to Merdeka curriculum material and Pancasila material. This process involves searching for sources that discuss the implementation of Pancasila in character education, as well as its impact on students at the elementary school level. Character literally comes from the Latin Character, which among other things means: character, character, psychological traits, character, personality or morals. So that character can be understood as basic nature, personality, behavior / behavior and patterned habits. The Pancasila student profile is a program from the Merdeka curriculum as an effort to improve the quality of education through character education. The Pancasila learner profile is expected to realize graduates who show character and abilities or skills that are needed and can be achieved and reinforce the noble values of Pancasila in students and stakeholders or organizers (Syafi'i, 2022). By integrating Pancasila values into the learning process, students are not only taught academic knowledge, but also attitudes and behaviors that reflect the Pancasila Student Profile. Through a more flexible and contextual approach in Merdeka Curriculum, students are encouraged to develop an attitude of faith and piety, appreciate diversity, and actively participate in gotong royong activities. In addition, this education emphasizes the importance of critical and creative thinking, which is part of the character expected from the Pancasila Learner Profile.