PEMAJUAN BUDAYA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL MELALUI TRADISI RITUAL SAPAT TAUN DI DESA NEGERI BARU KABUPATEN KETAPANG
Kata Kunci:
Pemajuan Budaya, Identitas Nasional, Tradisi Ritual Sapat TaunAbstrak
Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis tentang pemajuan budaya sebagai identitas nasional melalui tradisi ritual Sapat Taun di Desa Negeri Baru Kabupaten Ketapang. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat Desa Negeri Baru yaitu ketua adat, tokoh adat, masyarakat setempat, dan panitia pelaksana. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya pemajuan tradisi dilakukan dengan melestarikan tradisi Sapat Taun setiap tahunnya, promosi tradisi Sapat Taun di media sosial dan spanduk, edukasi sejarah tradisi Sapat Taun kepada generasi muda, kerjasama pemerintah desa serta kerjasama dinas pariwisata dan kebudayaan. Keterlibatan masyarakat terjadi dalam tiga tahapan: persiapan (penyediaan bahan, lokasi, dan dekorasi), pelaksanaan (ritual dan kepanitiaan), serta akhir kegiatan (pembersihan lokasi). Proses tradisi ini mencerminkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, keharmonisan, religi, dan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
This research aims to analyze the promotion of culture as a national identity through the Sapat Taun traditional ritual in Negeri Baru Village, Ketapang Regency. The research method used is a qualitative research method with an ethnographic type of research. The data source for this research is the people of Negeri Baru Village, namely traditional leaders, traditional leaders, local communities, and the implementing committee. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The research results show that efforts to promote traditions are carried out by preserving the Sapat Taun tradition every year, promoting the Sapat Taun tradition on social media and banners, educating the history of the Sapat Taun tradition to the younger generation, collaborating with the village government and collaborating with the tourism and culture department. Community involvement occurs in three stages: preparation (providing materials, location and decoration), implementation (rituals and committees), and the end of the activity (cleaning the location). This traditional process reflects the values of mutual cooperation, togetherness, harmony, religion and local wisdom as part of national identity.