ANALISIS PENGGUNAAN KATA MUBAZIR DALAM MAKALAH MAHASISWA KELAS B STAMBUK 2023 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Kata Kunci:
Kata Mubazir, Kalimat Efektif, Kesalahan Berbahasa, Makalah Mahasiswa, Analisis DokumenAbstrak
Penelitian ini menganalisis penggunaan kata mubazir dalam makalah mahasiswa kelas B stambuk 2023 di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Medan. Kata mubazir merujuk pada penggunaan kata atau frasa yang berlebihan dan tidak diperlukan dalam suatu kalimat, yang dapat mengurangi efektivitas dan kejelasan tulisan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dokumen terhadap enam makalah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum memahami prinsip kalimat efektif, dengan jumlah kesalahan penggunaan kata mubazir mencapai 2.147 kata atau 44,24% dari total kata yang dianalisis. Faktor utama penyebab kesalahan ini meliputi kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa Indonesia, kebiasaan menulis yang kurang efisien, serta minimnya latihan dalam menulis akademik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran mahasiswa dalam menyusun kalimat yang lebih efektif serta penggunaan strategi revisi dan evaluasi tulisan agar dapat menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas.
This study analyzes the use of redundant words in the papers of Class B students from the 2023 cohort in the Primary School Teacher Education Program at Universitas Negeri Medan. Redundant words refer to the excessive and unnecessary use of words or phrases in a sentence, which can reduce the effectiveness and clarity of academic writing. This research employs a qualitative approach with document analysis techniques applied to six student papers. The results indicate that many students still struggle to construct effective sentences, with a total of 2,147 redundant words identified, accounting for 44.24% of the total words analyzed. The primary causes of these errors include a lack of understanding of Indonesian language rules, inefficient writing habits, and minimal practice in academic writing. Therefore, increasing students' awareness of constructing more effective sentences and implementing revision and evaluation strategies is essential to produce higher-quality academic work.