FILOSOFI HIDUP JAWA: NRIMO, ELING, DAN GOTONG ROYONG DI ERA MODERN SERTA PENGGUNAAN BAHASA JAWA HALUS PADA GENERASI Z DI LANGKAT DENGAN STUDI LITERATUR
Kata Kunci:
Filosofi Hidup Jawa, Generasi Z, GlobalisasiAbstrak
Selama berabad-abad, filosofi hidup Jawa seperti nrimo, eling, dan gotong royong telah berfungsi sebagai pedoman kehidupan masyarakat Jawa. Eling kesadaran kesadaran spiritual, Nrimo mengajarkan sikap menerima dengan ikhlas, dan gotong royong yang mencerminkan semangat kebersamaan. Namun, di era globalisasi, nilai-nilai ini menghadapi tantangan seperti materialisme, individualisme, dan kemajuan teknologi yang mengancam kelangsungan hidup. Selain itu, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa serapan lainnya serta pengaruh media sosial telah mengurangi penggunaan bahasa Jawa halus (krama inggil) oleh Generasi Z di Langkat. Dalam penelitian ini, nilai-nilai filosofi hidup Jawa dan penggunaan bahasa Jawa halus telah berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur kualitatif. Studi menunjukkan bahwa Generasi Z tidak memahami nilai-nilai tradisional dengan baik; nrimo sering dianggap sebagai sikap pasif, eling hanya dipahami oleh beberapa orang, dan gotong royong semakin lemah. Nilai-nilai tradisional dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, peran keluarga, dan pemanfaatan teknologi dan media. Jika dilakukan dengan benar, nilai-nilai tradisional ini dapat tetap sejalan di era globalisasi sehingga membantu Generasi Z menghadapi tantangan hidup dengan bijak dan menjaga keseimbangan sosial dan spiritual.