KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL SEGALA YANG DIISAP LANGIT KARYA PINTO ANUGRAH KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA: TEORI ALAN SWINGEWOOD
Kata Kunci:
Sosiologi Sastra, Kritik Sosial Ekonomi, Moral, Keluarga dan Agama, Alan SwingewoodAbstrak
Novel "Segala yang Diisap Langit" karya Pinto Anugrah menyajikan beragam kritik sosial yang meliputi dimensi ekonomi, moral, keluarga, dan agama, yang secara keseluruhan menggambarkan realitas buram dalam masyarakat modern. Penelitian ini mengadopsi pendekatan sosiologi sastra dengan menerapkan teori Alan Swingewood, yang menekankan hubungan antara sastra dan konteks sosialnya serta peran ideologi dalam membentuk pemahaman masyarakat. Melalui analisis naratif dan karakter, penelitian ini mengidentifikasi berbagai isu kritis yang diangkat oleh Anugrah. Pertama, aspek ekonomi dieksplorasi melalui gambaran ketimpangan sosial yang muncul akibat sistem kapitalis yang menindas. Kedua, pada dimensi moral, novel ini menyoroti dilema etis yang dihadapi individu dalam panggung hidup yang dipenuhi dengan korupsi dan eksploitasi. Ketiga, hubungan keluarga yang rumit mencerminkan dampak dari ketidakstabilan ekonomi dan moral, di mana struktur keluarga diuji oleh konflik dan tekanan sosial. Terakhir, aspek agama diperlihatkan sebagai double-edged sword yang berfungsi baik sebagai alat pemersatu sekaligus sumber konflik dalam masyarakat. Melalui lensa teori Swingewood, kajian ini mengungkap bagaimana novel "Segala yang Diisap Langit" berfungsi sebagai cermin sosial yang tidak hanya mencerminkan kondisi masyarakat, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan struktur ideologi dan norma-norma yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya Pinto Anugrah menawarkan perspektif kritis yang mendalam tentang tantangan sosial yang dihadapi oleh individu dan masyarakat dalam konteks yang kompleks.