PENGARUH MASKER WORTEL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KETAN HITAM UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH KERING
Kata Kunci:
Pengaruh, Masker, Wortel, Tepung Ketan Hitam, Kulit Wajah KeringAbstrak
Aura Yasinta , 2025. Pengaruh Masker Wortel Dengan Penambahan Tepung Ketan Hitam Untuk Perawatan Kulit Wajah Kering Kulit wajah kering adalah kondisi dimana kulit memiliki masalah seperti kusam, bersisik, dan berkerut sehingga kurangnya percaya diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis pengaruh penggunaan masker wortel dengan penambahan tepung ketan hitam untuk perawatan kulit wajah kering pada kelompok kontrol, kelompok eksperimen 1 dengan frekuensi penggunaan 1 kali dalam seminggu sebanyak 8 kali perlakuan dan kelompok eksperimen 2 dengan frekuensi penggunaan 2 kali dalam seminggu sebanyak 8 kali perlakuan. Indikator penilaian dalam penelitian ini berdasarkan kelembapan kulit wajah dan kecerahan kulit wajah. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimental. Sampel penelitian sebanyak 6 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data primer. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji Anava. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kelompok kontrol (X0) dengan rata-rata akhir 32.65%. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen 1 (X1) dengan rata-rata 34.35%. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen 2 (X2) dengan rata-rata 40.60%. Hasil uji ANOVA, terdapat perbedaan signifikan dalam penggunaan masker wortel dengan penambahan tepung ketan hitam terhadap kelembapan dan kecerahan kulit wajah kering dengan tiga perlakuan yang berbeda. Analisis Uji Duncan menunjukkan bahwa kelompok eksperimen 2 (X2) dengan frekuensi 2 kali seminggu memberikan hasil terbaik untuk kelembapan kulit, sementara untuk kecerahan kulit, kelompok eksperimen 1 (X1) dengan frekuensi 1 kali seminggu dan kelompok eksperimen 2 (X2) dengan frekuensi 2 kali seminggu menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Disarankan bagi penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian dengan waktu yang relatif lebih lama sehingga mendapatkan hasil yang lebih maksimal.