NILAI-NILAI SOSIAL MASYARAKAT DALAM FESTIVAL TABUIK SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DI KOTA PARIAMAN
Kata Kunci:
Nilai-nilai Sosial, Festival Tabuik, Kearifan LokalAbstrak
Tabuik merupakan warisan budaya kota pariaman yang diadakan setiap bulan muharam. Acara Tabuik dilakukan untuk memperingati meninggalnya cucu Rasulullah S.A.W pada Peristiwa Karbala. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai sosial masyarakat dalam festival tabuik sebagai kearifan lokal di kota Pariaman.. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini mengunakan teknik purposive samplingĀ dengan teknik pengumpulan data antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data mengunakan teknik triangulasi sumber. Data yang diperoleh selama penelitian dianlisis mengunakan teknik analisis data yang terdiri dariĀ reduksi data, sajian data data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini yaitu berupa prosesi yang dilakukan dalam festival tabuik yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial sebagai kearifan lokal di kota Pariaman adalah pra tabuik yang berkaitan dengan nilai kerjasama dan selanjutnya pembuatan tabuik yang terdiri dari beberapa tahapan prosesi seperti maambiak tanah, manabang batang pisang, maatam berkaitan dengan nilai gotong royong. Selanjutnya prosesi maarak jari-jari, maarak sorban berkaitan dengan nili agama, Sedangkan prosesi tabuik naik pangkek yang berkaitan dengan nilai gotong royong dan agama. Setelah dilaksanakannya tabuik naik pangkek maka prosesi selanjutnya adalah hoyak tabuik dan pembuangan tabuik ke laut yang berkaitan juga dengan nilai gotong royong. Agar prosesi tabuik tetap terjaga kelestariannya sebagai kearifan lokal maka Masyarakat dan pemerintah Kota melakukan beberapa upaya untuk menarik perhatian masyarakat supaya ikut bekerjasama melestarikan festival tabuik yaitu dengan melakukan pendanaan yang diberikan oleh pemerintah kota ataupun bantuan dari masyarakat untuk mendukung agar dapat dilaksanakannya festival tabuik. Selanjutnya promosi yang dilakukan oleh pemerintah kota dalam bentuk kerjasama dengan kementerian pariwisata dan kementerian perhubungan. Selanjutnya melakukan dokumentasi yang dilakukan oleh masyarakat ataupun pemerintah kota untuk mengabadikan foto selama berlangsungnya rangkaian festival.