ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK PENYEBAB BENCANA ALAM DI SUMATERA UTARA
Kata Kunci:
Analisis Wacana Kritis, Teun A. Van Dijk, Media Online, Bencana Alam, Sumatera UtaraAbstrak
Banjir bandang yang melanda Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 menyebabkan ratusan korban jiwa, ribuan pengungsi, serta kerusakan infrastruktur secara luas. Media massa menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat dalam memahami penyebab, dampak, dan penanganan bencana tersebut. Oleh karena itu, analisis terhadap pemberitaan media penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana peristiwa dikonstruksi melalui bahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyajian wacana penyebab bencana banjir bandang di Sumatera Utara dalam tiga berita dari Kompas TV, TV One, dan Tribun News menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus kajian pada struktur wacana yang meliputi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga berita memiliki struktur makro yang sama, yaitu tema bencana banjir di Sumatera Utara, namun dengan penekanan berbeda sesuai kepentingan pemberitaan: penyebab bencana, jumlah korban, dan dukungan internasional. Dari aspek superstruktur, ketiga berita disusun secara runtut melalui summary, lead, dan isi yang menonjolkan data resmi serta perkembangan situasi. Pada struktur mikro, ditemukan detail ilmiah mengenai fenomena cuaca ekstrem, istilah teknis kebencanaan, serta ekspresi empatik yang membangun pandangan bahwa bencana ini merupakan situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Secara keseluruhan, media mengonstruksi bencana sebagai peristiwa besar yang disebabkan faktor alam dan memerlukan perhatian bersama dalam penanggulangannya.
The flash floods that struck North Sumatra at the end of 2025 caused hundreds of fatalities, thousands of displaced residents, and extensive infrastructural damage. Mass media became the primary source of information for the public in understanding the causes, impacts, and responses to the disaster. Therefore, analyzing media coverage is important to reveal how the event is constructed through language. This study aims to analyze the discourse construction of the causes of the flash floods in North Sumatra in three news reports from Kompas TV, TV One, and Tribun News using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis model. The research employed a descriptive qualitative method with a focus on discourse structure, including macrostructure, superstructure, and microstructure. The findings show that the three news articles share the same macrostructure, namely the theme of the flash flood disaster in North Sumatra, but with different emphases according to each media’s reporting interest: disaster causes, casualty data, and international support. In terms of superstructure, the news articles are systematically organized through summary, lead, and content that highlight official data and situational developments. At the microstructure level, scientific details about extreme weather phenomena, disaster-related technical terminology, and empathetic expressions are used to construct the view that the disaster is a critical situation requiring swift response. Overall, the media construct the disaster as a major event caused by natural factors, thus demanding collective attention for its mitigation.


