IMPLEMENTASI MANAJEMEN FASILITAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMA PGRI 2 PALEMBANG

Penulis

  • Linda Universitas PGRI Palembang
  • Riskia Oktavia Sari Universitas PGRI Palembang
  • Reza Artamevia Universitas PGRI Palembang
  • Juni Fransiska Universitas PGRI Palembang
  • Ahmad Zulinto Universitas PGRI Palembang
  • Neta Dian Lestari Universitas PGRI Palembang

Kata Kunci:

Sarana Dan Prasarana Pendidikan, Manajemen Fasilitas Pendidikan, Kualitas Pembelajaran

Abstrak

Sarana dan prasarana adalah komponen penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang keadaan fasilitas di SMA PGRI 1 Palembang dan peran yang dimainkannya dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dan metode survei digunakan melalui observasi dan penelitian dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA PGRI 1 Palembang telah menerapkan konsep pendidikan yang sesuai standar dan memiliki sarana dan prasarana yang pada umumnya cukup untuk membantu belajar. Sarana dan prasarana tersebut termasuk perpustakaan, koleksi buku, meja, papan tulis, dan peralatan dan bahan praktik. Namun, keterbatasan ruang kelas dan lapangan tetap menjadi kendala, sehingga pembelajaran harus dibagi menjadi dua sesi : pagi dan siang.

Facilities and infrastructure are important components in achieving educational goals. The purpose of this study is to provide an overview of the condition of facilities at SMA PGRI 1 Palembang and the role they play in improving the quality of the learning process. The method used is qualitative, and the survey method is used through observation and documentation research. The results of the study indicate that SMA PGRI 1 Palembang has implemented an educational concept that meets standards and has facilities and infrastructure that are generally sufficient to support learning. These facilities and infrastructure include a library, book collections, desks, whiteboards, and equipment and practical materials. However, limited classroom space and field remain a constraint, so learning must be divided into two sessions: morning and afternoon.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30