PENGUATAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DI ERA SOCIETY 5.0

Penulis

  • Nurlianti UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Bahrani UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Kata Kunci:

Literasi Digital, Berpikir Kritis, Mahasiswa, Society 5.0

Abstrak

Artikel ini membahas penguatan literasi digital sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa di era Society 5.0. Literasi digital dipahami tidak hanya sebagai keterampilan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga sebagai kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memproduksi informasi digital secara bertanggung jawab. Melalui studi kepustakaan, artikel ini menelaah berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa literasi digital memiliki kontribusi signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, terutama dalam proses analisis informasi, verifikasi sumber, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Tantangan seperti ketimpangan akses teknologi, rendahnya kemampuan evaluasi informasi, serta budaya instan media sosial diidentifikasi sebagai faktor yang dapat melemahkan proses berpikir kritis mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa strategi penguatan literasi digital perlu diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran, diperkuat melalui peningkatan kompetensi digital dosen, serta didukung oleh infrastruktur teknologi yang memadai. Dengan demikian, literasi digital menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi kompleksitas informasi dan tuntutan kompetensi di era Society 5.0.

This article examines digital literacy enhancement as a strategic effort to strengthen university students’ critical thinking skills in the era of Society 5.0. Digital literacy is understood not only as the ability to operate technological tools, but also as the capacity to access, comprehend, evaluate, and produce digital information responsibly. Using a literature review approach, this article synthesizes studies demonstrating that digital literacy significantly contributes to critical thinking, particularly in information analysis, source verification, and evidence-based decision making. Challenges such as unequal technological access, limited information-evaluation skills, and the fast-paced social media culture are identified as key factors that may hinder students’ critical thinking development. The article highlights the need to integrate digital literacy into the curriculum, enhance lecturers’ digital competencies, and strengthen technological infrastructure to support effective learning. Thus, digital literacy serves as an essential foundation for preparing students to navigate complex information landscapes and meet the competency demands of Society 5.0.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30