PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI KB-TK AL-FATH CIRENDEU
Kata Kunci:
Motorik Halus, Menganyam, Anak Usia DiniAbstrak
Kemampuan gerakan motorik halus adalah gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan otot-otot kecil, seperti gerakan jari-jemari dan pergelangan tangan yang tepat. Kegiatan yang menjadi salah satu pendukung bagi kemampuan ini ialah kegiatan menganyam dengan mempergunakan tali ataupun bahan-bahan disekitar. Tujuan yang dimaksud pada studi ini untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. anak usia dini melewati aktivitas menganyam pada anak usia 4-5 tahun di KB-TK Al-Fath Cirendeu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif, dan data dikumpulkan melalui observasi. Hasil diskusi menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus pada anak dapat ditingkatkan melalui aktivitas menganyam. Pada tabel siklus I menunjukkan bahwa setelah siklus I dapat di ketahui bahwasanya anak yang termasuk kategori berkembang sangat baik dengan persentase 7,7%, anak yang mendapatkan kategori berkembang sesuai harapan dengan persentase 15,4%, anak yang mendapatkan kategori mulai berkembang dengan persentase 30,8%, dan anak yang mendapatkan kategori belum berkembang dengan persentase 46,1%. Nilai capaian pada siklus pertama adalah 30,7%, dengan 8 anak mencapai nilai individu yang tuntas, dan pada siklus kedua, nilai capaian meningkat menjadi 88,4%, dengan 23 anak mencapai nilai individu yang tuntas.
Fine motor skills are movements that involve certain body parts and small muscles, such as precise movements of the fingers and wrist. Activities that support this ability are weaving activities using rope or surrounding materials. The aim of this study is to improve fine motor skills. early childhood through weaving activities for children aged 4-5 years at KB-TK Al-Fath Cirendeu. This research is collaborative classroom action research, and data is collected through observation. The results of the discussion show that children's fine motor skills can be improved through weaving activities. The cycle I table shows that after cycle I it can be seen that children who are in the very well developing category with a percentage of 7.7%, children who get the developing category meet expectations with a percentage of 15.4%, children who get the starting to develop category with a percentage of 30. .8%, and children who received the underdeveloped category with a percentage of 46.1%. The achievement score in the first cycle was 30.7%, with 8 children achieving a complete individual score, and in the second cycle, the achievement score increased to 88.4%, with 23 children achieving a complete individual score.




