BANK INDONESIA SEBAGAI BUKTI PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA

Penulis

  • Ayu Nadira Wulandari Universitas Negeri Medan
  • Lilis Putri Simamora Universitas Negeri Medan
  • Tasya Rahmadani Universitas Negeri Medan
  • Galih Raka Siwi Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Bank Indonesia, Peninggalan kolonial Belanda

Abstrak

Artikel ini membahas peran Bank Indonesia sebagai bukti peninggalan kolonial Belanda dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan pustaka. Artikel ini terutama membahas latar belakang sejarah Bank Indonesia, dengan penekanan khusus pada pendiriannya sebagai bank sentral sesudah Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949. De Javasche Bank, merupakan bank Belanda yang digunkakan untuk bank sirkulasi di Hindia Belanda pada masa kolonial, diangkat sebagai Bank Sentral setelah KMB. Pendiriannya oleh pemerintah Belanda dimaksudkan untuk memperoleh kontrol atas sirkulasi uang dan mendukung perusahaan Belanda di Hindia Belanda. Artikel ini juga membahas perubahan peran Bank Indonesia selama masa pendudukan Jepang, dan Nederlansche Indische Cieciele Adminitrafic (NICA) serta proses nasionalisasi De Javasche Bank pada tahun 1951. Selanjutnya, artikel membahas perkembangan Bank Indonesia setelah nasionalisasi, termasuk penyatuan dengan Bank Negara Indonesia dan perubahan struktur perbankan pada tahun 1968. Disahkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia merupakan sebuah pencapaian besar dalam mewujudkan otonomi bank sentral di Indonesia. Lebih lanjut, esai ini memberikan analisis mengenai susunan hierarki dan tanggung jawab Bank Indonesia di Provinsi Sumatera Utara, dengan penekanan khusus pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang berkedudukan di Medan. Artikel tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai visi, misi, dan tujuan strategis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Hal ini menekankan keterlibatan aktif kantor dalam penerapan kebijakan moneter, pengelolaan sistem perbankan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

This article discusses the role of Bank Indonesia as evidence of Dutch colonial legacy using qualitative research methods and a literature approach. The article mainly discusses the historical background of Bank Indonesia, with special emphasis on its establishment as the central bank after the Round Table Conference in 1949. De Javasche Bank, a Dutch bank used as a circulation bank in the Dutch East Indies during the colonial period, was appointed as the Central Bank after the RTC. Its establishment by the Dutch government was intended to gain control over money circulation and support Dutch companies in the Dutch East Indies. The article also discusses the changing role of Bank Indonesia during the Japanese and Nederlansche Indische Cieciele Adminitrafic (NICA) occupation and the nationalization process of De Javasche Bank in 1951. Furthermore, the article discusses the development of Bank Indonesia after nationalization, including the merger with Bank Negara Indonesia and the changes in the banking structure in 1968. The passing of Law No. 23/1999 on Bank Indonesia was a major achievement in realizing central bank autonomy in Indonesia. Furthermore, this essay provides an analysis of the hierarchical structure and responsibilities of Bank Indonesia in North Sumatra Province, with special emphasis on the Bank Indonesia Representative Office based in Medan. The article provides a comprehensive overview of the vision, mission and strategic objectives of the Representative Office of Bank Indonesia in North Sumatra Province. It emphasizes the office's active involvement in implementing monetary policy, managing the banking system, and supporting regional economic growth.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-07