PERBANDINGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI INDONESIA DAN MALAYSIA

Penulis

  • Rizky Aprilia Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah
  • Komarudin Sassi Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah

Kata Kunci:

Kurikulum, Pendidikan Anak Usia Dini, Malaysia, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini membahas perbandingan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia dan Malaysia, yang memiliki tujuan sama dalam mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan formal namun dengan pendekatan dan kebijakan yang berbeda. Kurikulum PAUD di Indonesia menekankan pengembangan holistik melalui aspek spiritual, emosional, sosial, kognitif, dan fisik anak. Pemerintah Indonesia mengacu pada Kurikulum Merdeka, yang berfokus pada pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai moral sejak dini. Sementara itu, Malaysia mengimplementasikan Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK), yang lebih terstruktur dan berbasis pada enam komponen utama, termasuk komunikasi, kerohanian, sikap dan nilai, serta perkembangan fizikal. Penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia lebih mengutamakan fleksibilitas dalam penerapan kurikulum sesuai kebutuhan lokal, sedangkan Malaysia cenderung menerapkan standar yang seragam di seluruh negara. Hasil penelitian ini memberikan pandangan komparatif yang dapat menjadi dasar bagi perbaikan kebijakan PAUD di kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan tuntutan pendidikan abad ke-21.

This research discusses a comparison of early childhood education (PAUD) curricula in Indonesia and Malaysia, which have the same goal of preparing children to enter formal education but with different approaches and policies. The PAUD curriculum in Indonesia emphasizes holistic development through the spiritual, emotional, social, cognitive and physical aspects of children. The Indonesian government refers to the Merdeka Curriculum, which focuses on character education and instilling moral values from an early age. Meanwhile, Malaysia is implementing the National Preschool Standard Curriculum (KSPK), which is more structured and based on six main components, including communication, spirituality, attitudes and values, and physical development. This research shows that Indonesia prioritizes flexibility in implementing the curriculum according to local needs, while Malaysia tends to apply uniform standards throughout the country. The results of this research provide a comparative view that can be the basis for improving PAUD policies in both countries, especially in facing the challenges of globalization and the demands of 21st century education.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-04