KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL PADA LIRIK LAGU “BERAKHIR DI AKU” DAN “SATU SATU” KARYA IDGITAF

Penulis

  • Ade Eva Fadiya Universitas Pekalongan
  • Widyan Dzil Hanifiyah Universitas Pekalongan
  • Erwan Kustriyono Universitas Pekalongan
  • Etika Widi Utami Universitas Pekalongan

Kata Kunci:

Kohesi Gramatikal, Leksikal, Lirik Lagu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kohesi gramatikal dan leksikal dalam lirik lagu “Berakhir di Aku” dan “Satu Satu” karya Idgitaf. Lagu dipilih sebagai objek kajian karena selain memiliki muatan estetika dan emosional yang kuat, lirik lagu juga merupakan wacana yang kaya akan struktur kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat, serta analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua lagu tersebut mengandung beragam unsur kohesi gramatikal, yaitu pengacuan (referensi), penyulihan (substitusi), dan perangkaian (konjungsi), serta aspek leksikal yang mencakup repetisi, sinonimi, antonimi, hiponimi, dan kolokasi. Lagu “Berakhir di Aku” memuat 25 data kohesi yang didominasi oleh repetisi frasa dan referensi personal, yang memperkuat nuansa keputusasaan dan pengorbanan tokoh lirik. Sementara itu, lagu “Satu Satu” juga memuat 25 data kohesi dengan variasi kohesi leksikal yang lebih beragam, mencerminkan proses pemulihan dan penerimaan diri secara perlahan. Secara keseluruhan, ditemukan 50 data kohesi dari kedua lagu. Penelitian ini membuktikan bahwa kohesi gramatikal dan leksikal berperan penting dalam membangun kepaduan wacana, memperkaya makna, dan memperdalam emosi dalam teks lirik lagu. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dan sastra, khususnya dalam mengungkap kekuatan bahasa dalam musik sebagai bentuk seni dan komunikasi.

This study aims to describe the forms of grammatical and lexical cohesion in the lyrics of the songs "Berakhir di Aku" and "Satu Satu" by Idgitaf. The songs were chosen as the object of study because in addition to having strong aesthetic and emotional content, song lyrics are also discourses rich in linguistic structures. This study uses a qualitative descriptive approach with the listening and note-taking method, as well as data analysis using the Miles and Huberman interactive model. The results of the analysis show that both songs contain various elements of grammatical cohesion, namely reference, substitution, and conjunction, as well as lexical aspects that include repetition, synonymy, antonymy, hyponymy, and collocation. The song "Berakhir di Aku" contains 25 cohesion data dominated by phrase repetition and personal references, which strengthen the nuances of despair and sacrifice of the lyric character. Meanwhile, the song "Satu Satu" also contains 25 cohesion data with a more diverse variety of lexical cohesion, reflecting the process of recovery and self-acceptance that is slow. Overall, 50 cohesion data were found in both songs. This study demonstrates that grammatical and lexical cohesion play a crucial role in building discourse cohesion, enriching meaning, and deepening emotion in song lyrics. These findings contribute to linguistic and literary studies, particularly in uncovering the power of language in music as a form of art and communication.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29