ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA BERITA "CEMARI SUNGAI, KLH SEGEL GUDANG ZAT PESTISIDA YANG TERBAKAR DI TANGSEL" PADA MEDIA MASSA ONLINE ANTARA

Penulis

  • Shoffiyah Zuhra Universitas Negeri Medan
  • Nurhidayah Lubis Universitas Negeri Medan
  • Aulia Maharani Universitas Negeri Medan
  • Aura Calysa Universitas Negeri Medan
  • Nahdah Alfina HR. Siregar Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Diksi, Bahasa Jurnalistik, Analisis Berita, Pencemaran Lingkungan, ANTARA, Media Audio Visual

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan diksi dalam berita berjudul “Cemari Sungai, KLH Segel Gudang Zat Pestisida yang Terbakar di Tangsel” yang dipublikasikan oleh ANTARA. Analisis diksi dilakukan untuk mengidentifikasi pilihan kata yang digunakan wartawan dalam menyampaikan informasi mengenai kasus pencemaran lingkungan akibat kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan serta untuk mengetahui fungsi diksi dalam membangun objektivitas dan kredibilitas berita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Sumber data berupa teks berita yang dianalisis berdasarkan jenis-jenis diksi, meliputi diksi denotatif, teknis, formal, objektif, dan diksi yang menunjukkan tindakan serta keseriusan suatu peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita tersebut didominasi oleh penggunaan diksi denotatif yang bermakna lugas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda, seperti kata pencemaran, penyegelan, pemeriksaan, dan pemulihan. Selain itu, ditemukan penggunaan diksi teknis yang berasal dari bidang lingkungan hidup dan hukum, seperti audit lingkungan, sanksi paksaan pemerintah, zat pestisida, dan rehabilitasi lingkungan. Penggunaan istilah teknis tersebut berfungsi memperkuat akurasi informasi serta menunjukkan bahwa pemberitaan didasarkan pada fakta dan prosedur resmi. Berita juga menggunakan diksi formal dan baku yang sesuai dengan kaidah bahasa jurnalistik, sehingga menciptakan kesan profesional dan terpercaya. Selanjutnya, penggunaan kata kerja seperti menyegel, meninjau, memerintahkan, menangani, dan melakukan pemeriksaan menunjukkan adanya penekanan pada tindakan konkret yang dilakukan pemerintah dalam merespons kasus pencemaran. Di sisi lain, penggunaan kata-kata seperti dugaan pelanggaran dan diduga sebagai sumber pencemaran mencerminkan sikap netral dan kehati-hatian jurnalistik karena proses investigasi masih berlangsung. Pilihan diksi tersebut menunjukkan bahwa media berupaya menjaga objektivitas pemberitaan dengan menghindari bahasa yang bersifat menghakimi atau provokatif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi dalam berita tersebut mencerminkan karakteristik utama bahasa jurnalistik, yaitu informatif, akurat, objektif, formal, dan mudah dipahami pembaca. Pemilihan kata yang tepat tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi secara efektif, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap media serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai isu pencemaran lingkungan yang diberitakan

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30