PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH SDN 2 PAKIS BARU

Penulis

  • Daffa Al Sadad Dinyar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Achmad Fanani Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Kata Kunci:

Gerakan Literasi Sekolah, Literasi, Minat Baca, Pendidikan Dasar, Sdn 2 Pakis Baru

Abstrak

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah literasi, yang mencakup kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan berhitung. Namun, rendahnya minat baca siswa di Indonesia menjadi tantangan besar, terlihat dari skor PISA 2019 yang menempatkan Indonesia pada peringkat 72 dari 77 negara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS), yang mulai diterapkan sejak 2016, dirancang untuk meningkatkan minat baca siswa melalui berbagai kegiatan, seperti membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 2 Pakis Baru Nawangan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca siswa. Kegiatan literasi seperti membaca bersama, lomba bercerita, dan pengembangan pojok baca berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Selain itu, partisipasi aktif guru sebagai fasilitator dan dukungan orang tua di rumah turut memperkuat kebiasaan membaca siswa. Namun, tantangan seperti kurangnya bahan bacaan dan keterbatasan akses siswa di luar sekolah menjadi kendala dalam keberlanjutan program ini. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan komunitas untuk menciptakan budaya literasi yang berkelanjutan. Saran yang diberikan mencakup pelibatan orang tua dalam program literasi, penyediaan bahan bacaan yang lebih bervariasi, serta pengembangan pojok baca dengan fasilitas yang menarik. Dengan upaya bersama, diharapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dapat terus meningkatkan kemampuan literasi siswa dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sepanjang hayat.

Education serves as the primary foundation for developing human resource quality. One crucial aspect of education is literacy, encompassing the abilities to read, write, listen, speak, and count. However, low reading interest among Indonesian students remains a significant challenge, as reflected in the 2019 PISA scores, which ranked Indonesia 72nd out of 77 countries. The School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS), initiated in 2016, aims to enhance students' reading interest through various activities, such as reading for 15 minutes before lessons begin. This study aims to analyze the implementation of GLS at SDN 2 Pakis Baru Nawangan, particularly in improving the reading abilities of fourth-grade students. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The study subjects comprise the principal, fourth-grade teachers, and students. The findings indicate that the implementation of GLS positively impacts students' reading interest. Literacy activities such as group reading, storytelling competitions, and the development of reading corners successfully create a supportive learning environment. Additionally, active participation from teachers as facilitators and support from parents at home further reinforce students' reading habits. However challenges such as limited reading materials and students' restricted access to books outside school remain obstacles to sustaining the program. Therefore, collaboration among schools, parents, and the community is essential to fostering a sustainable literacy culture. Recommendations include involving parents in literacy programs, providing more diverse reading materials, and enhancing reading corners with engaging facilities. Through collective efforts, GLS is expected to continue improving students' literacy skills and establish reading as a lifelong habit.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30