PERAN GENERASI MUDA DALAM MELESTARIKAN NILAI- NILAI BUDAYA PANCASILA DI DUSUN SADE REMBITAN KEC PUJUT KAB LOMBOK TENGAH

Penulis

  • Nadia Oktafia J Universitas Mataram
  • Lina Fitriani Universitas Mataram
  • Nabila Anindita Nazwa Universitas Mataram
  • Nara Eka Saputri Universitas Mataram
  • Anjeun Renyta Agatin Universitas Mataram
  • Laelul Azimi Aenil Amini Universitas Mataram

Kata Kunci:

Peran Generasi Muda, Adat Sasask, Dusun Sade

Abstrak

Peran Generasi Muda dalam melestarikan budaya memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan budaya yang tidak hanya merupakan simbol identitas bangsa, tetapi juga merupakan bentuk ekspresi persatuan yang menyatukan berbagai keanekaragaman di indonesia. Dusun Sade adalah salah satu desa yang memiliki warisan budaya yang sangat kental dan unik. Desa ini terkenal sebagai desa adat tang masih mempertahankan tradisi sasak asli, baik dari segi arsitektur rumah, kesenian, bahasa, hingga adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai budaya di Dusun Sade Desa Rembitan, Kecematan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus mengumpuikan data melalui observasi wawancara yang mendalam dengan generasi muda dan tokoh masyarakat dan yang terakhir melakukan dokumentasi. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam terkait pelestarian budaya yang ada di Dusun Sade dengan mewawancarai salah satu warga yang tinggal di Dusun Sade yang dimana masih mempertahankan adat dan budaya mereka. Hasil penelitian ini bahwa di Dusun Sade masih mempertahankan budaya adat sasak asli dengan tujuan untuk melestarikan dan menjaga nilai-nilai Kebudayaan Lombok, sekaligus sebagai upaya pariwisata. Upaya ini di dukung penuh oleh masyarakat setempat di Dusun Sade, yang dimana mereka terlibat aktif dalam mengembangkan dan melesetarikan budaya lokal seperti peresean, gendang belek, menenun kain songket dan merajut. Pelestarian budaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian penduduk yang ada di Dusun Sade.

The role of the Young Generation in preserving culture has a big responsibility to maintain cultural heritage which is not only a symbol of national identity, but also a form of expression of unity that unites various diversity in Indonesia. Sade Hamlet is a village that has a very strong and unique cultural heritage. This village is known as a traditional village that still maintains authentic Sasak traditions, both in terms of house architecture, art, language and customs. This research aims to examine the role of the younger generation in preserving cultural values in Sade Hamlet, Rembitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency. This research uses a qualitative descriptive method with a case study method to collect data through in-depth interview observations with the younger generation and community leaders and finally documentation. This interview aims to dig up deeper information regarding cultural preservation in Sade Hamlet by interviewing one of the residents living in Sade Hamlet who still maintains their customs and culture. The results of this research are that Sade Hamlet still maintains the original Sasak traditional culture with the aim of preserving and maintaining Lombok Cultural values, as well as as a tourism effort. This effort is fully supported by the local community in Sade Hamlet, where they are actively involved in developing and preserving local culture such as peresean, gendang belek, lend songket cloth and softening. This cultural preservation not only aims to maintain cultural heritage, but is also an effort to improve the economy of the people in Sade Hamlet.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-30