DAMPAK MODERNISASI TERHADAP PERKEMBANGAN ULOS DI GALERI SIANIPAR

Penulis

  • Daffarul Khusaini Nasution Universitas Negeri Medan
  • Jasslyn Giovanca V Karim Universitas Negeri Medan
  • Alifia Azzahra Universitas Negeri Medan
  • Maria Natalia Pasaribu Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Tenun Ulos, Modernisasi, Inovasi Warna

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tenun ulos dalam konteks modernisasi dengan studi kasus di Galeri Ulos Sianipar, Medan. Tenun ulos, sebagai salah satu warisan budaya suku Batak, menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas tradisionalnya di tengah perubahan zaman. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengungkap aspek-aspek yang mengalami perubahan pada produk tenun ulos, yaitu warna dan model. Hasil wawancara menunjukkan bahwa inovasi warna menjadi elemen penting untuk menarik minat pasar modern, dengan menambahkan variasi warna lembut yang populer di kalangan konsumen. Selain itu, ulos kini diolah dalam bentuk produk kreatif seperti tas, sepatu, dan aksesori lainnya yang relevan dengan gaya hidup masa kini. Meskipun terjadi perubahan dalam warna dan model, motif ulos tetap dipertahankan sehingga makna simbolisnya tidak berubah. Penelitian ini juga menyoroti peran pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya ulos melalui berbagai inisiatif, termasuk promosi kearifan lokal dalam acara formal dan informal, serta dukungan terhadap UMKM lokal seperti Galeri Ulos Sianipar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mengenai upaya menjaga relevansi tenun ulos di era modern tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisionalnya. Temuan ini penting bagi pengembangan strategi pelestarian budaya yang seimbang antara inovasi dan tradisi, serta dapat menjadi referensi bagi para penggiat seni dan budaya.

This research aims to analyze the development of ulos weaving in the context of modernization, focusing on a case study of Galeri Ulos Sianipar in Medan. As a cultural heritage of the Batak ethnic group, ulos faces challenges in preserving its traditional identity amidst the pressures of modern times. Using a qualitative descriptive approach, this study highlights changes in the production of ulos, particularly in its colors and models. The findings indicate that innovation in color has become a key factor in appealing to modern consumers, with the introduction of soft and trendy color variations. Additionally, ulos has been adapted into creative products such as bags, shoes, and other accessories, aligning with contemporary lifestyles.Despite these changes in color and model, ulos motifs remain unchanged, ensuring that its symbolic meanings are preserved. This study also explores the significant role of government in supporting the preservation of ulos culture through initiatives such as promoting local wisdom in formal and informal events and supporting local SMEs like Galeri Ulos Sianipar. Therefore, this research provides insights into efforts to maintain the relevance of ulos weaving in the modern era without compromising its traditional values. These findings are essential for developing balanced cultural preservation strategies that combine innovation and tradition, serving as a reference for art and cultural enthusiasts.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-30