ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK DALAM VIDEO “DEBAT PUBLIK KE DUA PASANGAN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SAMARINDA”

Penulis

  • Nur Khamidatul Awaliyah Universitas Mulawarman
  • Ivansyah Hafiza Rafa Universitas Mulawarman
  • Ian Wahyuni Universitas Mulawarman

Kata Kunci:

Analisis Wacana Kritis, Van Dijk, Debat

Abstrak

Debat merupakan kegiatan bertukar argumen yang biasanya dilakukan oleh dua orang atau lebih. biasanya debat dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat dan mempertahankan pendeapat masing-masing orang dengan bukti-bukti argumen yang dilontarkan. Debat biasanya dilakukan pada ruang lingkup pendidikan bahkan sampai politik. Salah satu debat dalam lingkup politik adalah debat capres dan cawapres. Debat dalam ruang lingkup politik ini digunakan untuk memberikan pandangan terhadap masyarakat bagaimana calon pemimpin ini mengelola suatu wilayah. Dalam artikel jurnal ini penulis akan menganalisis sebuah debat publik yang dilakukan oleh calon walikota dan calon wakil walikota samarinda nomor urut 2 tahun 2024. Penulis melakukan analisis ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Van Dijk.

Debate is an activity of exchanging arguments which is usually carried out by two or more people. Debate is usually carried out with the aim of strengthening and defending each person's opinion with evidence from the arguments put forward. Debate is usually carried out in the scope of education and even politics. One of the debates in the political sphere is the presidential and vice presidential candidate debate. Debates within the political scope are used to provide views to the public on how these potential leaders manage a region. In this journal article the author will analyze a public debate carried out by the candidate for mayor and deputy mayor of Samarinda serial number 2 in 2024. The author carried out this analysis using the Van Dijk model of Critical Discourse Analysis (AWK) approach.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-30