DINAMIKA ISLAM DI SINGAPURA

Penulis

  • Melitania Institut Sains Alqur'an Syaikh Ibrahim Pasir Pengaraian
  • Hafla Riski Mulya Pratama Institut Sains Alqur'an Syaikh Ibrahim Pasir Pengaraian
  • Mustika Sari'ah Siagian Institut Sains Alqur'an Syaikh Ibrahim Pasir Pengaraian

Kata Kunci:

Islam, Singapura, Muslim Minoritas, MUIS, Pendidikan Islam, AMLA

Abstrak

Penelitian ini membahas dinamika perkembangan Islam di Singapura sebagai agama minoritas dalam negara sekuler dan multikultural. Fokus kajian meliputi sejarah masuknya Islam, perkembangan pendidikan Islam, penerapan hukum keluarga Islam, peran organisasi keislaman, serta posisi sosial masyarakat Melayu Muslim di Singapura. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam di Singapura berkembang melalui jalur perdagangan dan dakwah para pedagang Muslim sejak abad ke-15. Dalam perkembangannya, pemerintah Singapura membentuk sistem pengelolaan Islam yang terstruktur melalui Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) dan Administration of Muslim Law Act (AMLA). Keberadaan kedua lembaga tersebut memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan kehidupan keagamaan secara terorganisasi, meskipun berada dalam sistem negara sekuler. Selain itu, pendidikan Islam di Singapura mengalami perkembangan melalui madrasah dan kurikulum modern yang terintegrasi dengan pendidikan umum. Namun demikian, masyarakat Muslim Melayu masih menghadapi tantangan dalam bidang sosial, ekonomi, dan identitas budaya sebagai kelompok minoritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa umat Islam di Singapura mampu beradaptasi dengan modernitas dan kebijakan negara tanpa kehilangan identitas keislamannya.

This study examines the dynamics of Islam's development in Singapore as a minority religion within a secular and multicultural state. The focus of the study includes the history of Islam's arrival, the development of Islamic education, the implementation of Islamic family law, the role of Islamic organizations, and the social status of the Malay Muslim community in Singapore. The research method used is a qualitative approach with a literature review approach through analysis of various books, scientific journals, and related documents. The results indicate that Islam in Singapore developed through trade routes and the preaching of Muslim traders since the 15th century. As a result, the Singaporean government established a structured Islamic governance system through the Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) and the Administration of Muslim Law Act (AMLA). The existence of these two institutions provides a space for Muslims to practice their religious life in an organized manner, despite being within a secular state system. Furthermore, Islamic education in Singapore has developed through madrasahs and a modern curriculum integrated with general education. However, the Malay Muslim community still faces challenges in the social, economic, and cultural identity sectors as a minority group. This study concludes that Muslims in Singapore have been able to adapt to modernity and state policies without losing their Islamic identity.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31