ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA UPACARA MANGONGKAL HOLI ADAT BATAK TOBA SUMATERA UTARA
Kata Kunci:
Mangongkal Holi, Adat Batak Toba, SemiotikaAbstrak
Semiotika" secara etimologis berasal dari kata Yunani "semeion", sang secara harfiah berarti "tanda". Such klasik dan skolank tentang logika, retorika, dan poetika adalah sumber semiotika. Studi ini menyelidiki tanda (sign), cara mereka berfungsi, dan cara makna dibuat. Konsep ini didefinisikan sebagai sesuatu yang norma sosial dapat tafsirkan secara berbeda. menggunakan tari semiotika Roland Barthes untuk menyelidiki makna upacara Mangongkal Holi yang dilakukan oleh orang Batak Sumatera Utara Dalam kebudayaan Batak, upacara Mangongkal Holi, di mana tulang leluhur dibawa dari tempat pomakaman seinentara ke makam permanen, memiliki makna sambolis yang signifikan, Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian ini, simbol-simbol yang muncul selama upacara memiliki banyak makna denotatif dan konotatif. Misalnya, pakaian tradisional, atau ulos, memiliki makna laultural dan spiritual, serta berfungsi sebagai penanda status sosial. Tari dan musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membantu orang tua berkolaborasi dan mettunjukkan solidaritas komunitas. Roland Barthes menyatakan bahwa analisis semiotika membantu memahami makna upacara Mangongkal Holi dan menunjukkan bagaimana masyarakat Batak Sumatera Utara mengatur identitas dan prinsip mereka melalui praktik ritual. Diharapkan bahwa penelitian ini akan membantu penelitian budaya dan semiotika serta memperluas pemahaman kita tentang cara masyarakat Batak memaknai dan menjaga warisan.