PERAN GURU DI KELAS 10 MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP KUALITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MAN 1 JAKARTA
Kata Kunci:
Mata Pelajaran Aqidah Akhlak, Meningkatkan Kualitas Dan Prestasi Belajar Siswa, Mata pelajaran Aqidah AkhlakAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam meningkatkan kualitas dan prestasi belajar siswa di kelas 10 pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di Man 1 Jakarta. Aqidah Akhlak memiliki posisi krusial dalam kurikulum pendidikan karena membentuk karakter dan moralitas siswa. Man 1 Jakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena pentingnya pendidikan agama dalam sistem pendidikan di Indonesia dan peran yang dimainkan Man 1 Jakarta dalam menyediakan pendidikan berkualitas, Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, Subjek penelitian terdiri dari guru-guru yang mengajar mata pelajaran Aqidah Akhlak di kelas 10 Data dikumpulkan untuk mengevaluasi pemahaman guru tentang materi, metode pengajaran yang digunakan, interaksi dengan siswa, serta dampaknya terhadap kualitas dan prestasi belajar siswa, Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas dan prestasi belajar siswa. Guru yang memiliki pemahaman mendalam tentang materi Aqidah Akhlak mampu menyampaikan konsep-konsep tersebut secara efektif kepada siswa. Selain itu, penggunaan metode pengajaran yang inovatif, seperti diskusi interaktif, studi kasus, dan permainan peran, dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, Selain itu, hubungan antara guru dan siswa juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas dan prestasi belajar. Guru yang mampu membangun hubungan yang baik dengan siswa cenderung lebih efektif dalam memotivasi mereka untuk belajar. Selain itu, guru yang dapat memberikan umpan balik konstruktif dan mendukung juga dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar, Dalam konteks Man 1 Jakarta, penelitian ini menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan kualitas dan prestasi belajar siswa. Beberapa tantangan tersebut termasuk keterbatasan sumber daya, baik dalam hal materi pengajaran maupun sarana pembelajaran. Selain itu, adanya diversitas siswa dalam hal latar belakang budaya, agama, dan kemampuan akademik juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran.