ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA MENURUT TEORI HONEY MUMFORD

Penulis

  • Dewi Fachraini Universitas Asahan
  • Anim Universitas Asahan
  • Marudut Sitorus Universitas Asahan

Kata Kunci:

Pemahaman Konsep, Honey Mumford, Gaya Belajar, Analisis

Abstrak

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi, dengan menggunakan materi komparatif Honey Mumford, bagaimana siswa SMP Negeri 4 Kisaran memahami ide-ide matematika ditinjau dari gaya belajarnya. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dan tergolong penelitian deskriptif. Dua orang siswa dipilih dari masing-masing gaya belajar dari tiga puluh subjek penelitian dalam penelitian ini. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah angket gaya belajar Honey Mumford, ujian tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Reduksi, visualisasi data, dan penyusunan kesimpulan digunakan dalam penelitian ini sebagai metode analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Siswa yang memiliki gaya belajar aktivis memiliki kualitas pembelajaran praktik langsung. Oleh karena itu, siswa-siswa ini terus melakukan kesalahan ketika menerapkan gagasan rasio atau perbandingan dan menerapkan proses karena kurangnya pemahaman konseptual. 2) Kelompok gaya belajar pragmatis kurang memenuhi ketiga indikasi pemahaman konseptual karena lebih memilih belajar dengan metode praktis. 3) Dalam pembelajaran, kelompok gaya belajar reflektor lebih cenderung memulai dengan observasi, artinya mereka hanya melakukan kesalahan pada saat menyatakan konstanta dalam pernyataan matematika. 4) Meskipun kelompok gaya belajar teoritis dapat dikatakan memiliki pemahaman yang terbatas terhadap topik matematika, namun mereka juga mampu mengetahuinya dengan baik. Jelas bahwa setiap pelajar memiliki cara belajar yang unik dan karenanya memiliki cara unik dalam memahami ide-ide matematika.

Abstract

The purpose of this study is to characterize, using Honey Mumford's comparative material, how students at SMP Negeri 4 Kisaran grasp mathematical ideas in terms of their learning styles. This study uses a qualitative technique and is classified as descriptive research. Two students were chosen from each learning style out of the thirty research subjects in this study. The Honey Mumford learning style questionnaire, written examinations, interviews, and documentation were the techniques employed to obtain the data. Reduction, data visualization, and conclusion drafting are used in this study as data analysis methods. The findings of the study demonstrate that: 1) Students that have an activist learning style possess the qualities of direct practice learning.  Therefore, these pupils continue to make mistakes when applying the notion of ratio or comparison and employing processes because they lack conceptual understanding. 2) The pragmatic learning style group does not fulfill the three indications of conceptual understanding since they prefer to learn in practical methods. 3) When learning, the reflector learning style group is more likely to start with observations, which means that they only make mistakes when expressing constants in mathematical statements. 4) While the theoretical learning style group can be regarded to have a limited comprehension of mathematical topics, they are also capable of knowing them well. It is clear that every learner has a unique way of learning and hence a unique way of comprehending mathematical ideas.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-31