KONSEP KESEDERHANAAN DALAM TAOISME SEBAGAI KRITIK TERHADAP MATERIALISME MODERN
Kata Kunci:
Filsafat, Harmoni, Keberlanjutan, Kesederhanaan, Materialisme, TaoismeAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya nilai-nilai materialisme dalam masyarakat modern yang menempatkan kekayaan dan kepemilikan materi sebagai ukuran utama keberhasilan dan kebahagiaan hidup. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian terhadap tradisi filsafat yang menawarkan perspektif alternatif mengenai kehidupan manusia, salah satunya adalah Taoisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesederhanaan dalam Taoisme serta mengkaji relevansinya sebagai kritik filosofis terhadap materialisme modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari sumber primer berupa teks klasik Tao Te Ching serta berbagai literatur ilmiah yang relevan sebagai sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-interpretatif untuk menafsirkan makna filosofis dalam konteks kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesederhanaan dalam Taoisme tidak hanya dipahami sebagai gaya hidup, tetapi juga sebagai prinsip etika yang menjaga harmoni antara manusia dan alam. Selain itu, konsep kesederhanaan dalam Taoisme dapat dipahami sebagai kritik terhadap orientasi materialistik yang mendorong konsumsi berlebihan dan ketidakseimbangan sosial maupun ekologis. Dengan demikian, nilai kesederhanaan dalam Taoisme menawarkan kerangka etis alternatif yang menekankan keseimbangan kehidupan serta hubungan yang berkelanjutan antara manusia, masyarakat, dan alam.
Modern society is increasingly characterized by materialistic values that prioritize wealth, consumption, and material ownership as indicators of success and happiness. This condition raises the need to re-examine philosophical traditions that offer alternative perspectives on human life, including Taoism. This study aims to analyze the concept of simplicity in Taoism and examine its relevance as a philosophical critique of modern materialism. The research employs a qualitative approach with a library research method, using primary sources from the classic Taoist text Tao Te Ching and secondary sources from relevant academic literature. Data were collected through documentation techniques and analyzed using descriptive-interpretative analysis to interpret philosophical meanings within the context of contemporary life. The findings indicate that simplicity in Taoism is not merely a lifestyle but an ethical principle that maintains harmony between humans and nature. Furthermore, the concept of simplicity in Taoism serves as a philosophical critique of materialistic orientations that often lead to excessive consumption and imbalance in social and ecological life. The study also reveals that Taoist values of moderation and harmony remain relevant in addressing modern challenges such as consumerism and environmental degradation. In conclusion, the principle of simplicity in Taoism offers an alternative ethical framework that encourages balanced living and sustainable relationships between humans, society, and nature.




