Kontinuitas dan Diskontinuitas Rokok Legendaris Djarum 76: Inspirasi Bagi Pengembangan Pendidikan Islam di Era Society 5.0
Kata Kunci:
Kontinuitas dan Diskontinuitas, Djarum 76, Pendidikan Islam, Era Society 5.0Abstrak
Artikel ini bertujuan mengkaji kontinuitas dan diskontinuitas rokok legendaris Djarum 76 sebagai inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam di era Society 5.0. Tulisan ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan teori kontinuitas dan diskontinuitas Harry J. Benda, melalui tahapan: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, serta historiografi. Hasil penelitian menunjukkan: Djarum 76 selalu memandang lebih jauh, menciptakan kesesuaian (kontinuitas) antara produk serta inovasi baru demi dapat dinikmati di pasar. Hal ini menjadi pelajaran bagi pengembangan pendidikan Islam agar menciptakan kesesuaian (kontinuitas) antara content pembelajaran dengan inovasi baru demi dapat dinikmati oleh peserta didik. Djarum 76 menunjukkan eksistensi yang luar biasa hingga saat ini, akan tetapi mereka tidak berpuas diri, terus berinovasi (diskoninuitas) demi menangkap pasar baru. Hal ini menjadi pelajaran bagi pengembangan pendidikan Islam supaya menatap era sosiety 50 dengan mantap dengan terus melakukan berbagai inovasi (diskontinuitas) agar menghasilkan lulusan handal dengan berbagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman melalui adaptasi dengan perubahan dan tidak kehilangan esensinya. Implikasi Penelitan: Pentingnya penelitian multidisipliner bagi inovasi yang bermanfaat bagi pendidikan. Penelitian berkontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembnagan zaman.