IMPLEMENTASI VIDEO GAME “BABY BIBLE PUZZEL” UNTUK PENINGKATAN KONSENTRASI DAN DAYA INGAT DIKALANGAN ANAK SEKOLAH MINGGU
Kata Kunci:
Anak Sekolah Minggu, Daya Ingat, Konsentrasi, Video GameAbstrak
ABSTRAK
Teknologi informasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, memberikan dampak besar terutama dalam bidang hiburan. Salah satu produk teknologi yang populer, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, adalah video game dan online games. Artikel ini membahas peran teknologi informasi dalam membentuk pengalaman hiburan anak-anak, dengan fokus pada aplikasi game Baby Bible Puzzle sebagai contoh produk teknologi yang mengintegrasikan unsur pendidikan agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan interaksi langsung dengan anak-anak sekolah minggu GKLI pada sebuah gereja. Penggunaan media aplikasi Baby Bible Puzzle diintegrasikan dalam kegiatan praktik dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap Alkitabiah melalui hiburan berbasis teknologi. Permainan puzzle memiliki potensi untuk melatih konsentrasi dan daya ingat anak-anak sekolah minggu. Dalam konteks pendidikan agama, permainan ini berhasil menggabungkan hiburan dan pembelajaran, menarik perhatian anak-anak melalui variasi warna dan bentuk pola. Dukungan dan dorongan dari lingkungan sekitar, termasuk orang tua dan guru sekolah minggu, memainkan peran kunci dalam perkembangan daya ingat anak.Artikel juga mengangkat peran guru sekolah minggu sebagai fasilitator yang kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang menarik. Integrasi game Baby Bible Puzzle sebagai alat bantu pengajaran menunjukkan respons positif dari anak-anak, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung pemahaman nilai-nilai Alkitabiah. Kesimpulan dari jurnal ini menekankan bahwa game Baby Bible Puzzle dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pertumbuhan spiritual anak-anak melalui pendekatan yang menggabungkan hiburan dan pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran agama, diharapkan dapat menciptakan generasi yang memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.