PENDIDIKAN PANCASILA: KUNCI UNTUK MENANGGULANGI DEGRADASI MORAL GENERASI MUDA
Kata Kunci:
Kenakalan Remaja, Degradasi Moral, Nilai-Nilai PancasilaAbstrak
Kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi aspek psikis, emosional, dan kecerdasan, yang berperan dalam kemampuan remaja untuk membedakan perilaku baik dan buruk. Sementara itu, faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang dapat mempengaruhi perilaku remaja. Degradasi moral terjadi ketika individu menyimpang dari norma yang berlaku, sering kali disebabkan oleh kurangnya kesadaran diri dan pengaruh negatif dari lingkungan. Penelitian ini berfokus pada analisis kejadian terhadap degradasi moral yang dikaitkan dengan pendidikan Pancasila. Fokus penelitian ini menggunakan pendekatan telaah pustaka dengan desain studi kasus. Temuan menunjukkan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini melalui pendidikan untuk membentuk karakter positif pada generasi muda. Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan menginternalisasi nilai-nilai luhur yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia.
Juvenile delinquency is influenced by internal and external factors. Internal factors include psychological, emotional, and intelligence aspects, which play a role in the ability of adolescents to distinguish good and bad behavior. Meanwhile, external factors relate to family, school, and community environments that can influence adolescent behavior. Moral degradation occurs when individuals deviate from the prevailing norms, often caused by a lack of self-awareness and negative influences from the environment. This research focuses on analyzing the incidence of moral degradation associated with Pancasila education. This research uses a literature review approach with a case study design. The findings show the importance of instilling Pancasila values early on through education to form positive character in the younger generation. Thus, the younger generation is expected to contribute to nation building by internalizing noble values that reflect the identity of the Indonesian nation.