ANALISIS PERKEMBANGAN ORGANISASI PENDIDIKAN ISLAM AL-AZHAR HAMKA
Kata Kunci:
Pendidikan Al-Quran, Buya Hamka, Perubahan Sekolah IslamAbstrak
Menurut Hamka, Al-Quran menjadi pondasi yang tepat bagi pendidikan, karena memiliki 3 (tiga) alasan Utama yaitu, Pertama, karena Al-Quran merupakan petunjuk akan hukum mengenai halal dan haram. Alasan kedua yaitu, Al-Quran memiliki keterkaitan akidah dan akhlak yang erat. Alasan ketiga yaitu, Al-Quran mengandung kisah-kisah pada zaman dahulu yang dapat dijadikan pelajaran berharga pada zaman sekarang. Al-Azhar yang didirikan oleh Buya Hamka pada tahun 1961 sebagai titik awal perubahan sekolah islam menuju kemajuan yang signifikan. Menurut Prof. Azyumardi Azra, sebelum hadirnya Al-Azhar sekolah-sekolah Islam di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kualitas dan daya tariknya. Salah satu faktor utama yang disoroti oleh. Prof. Azyumardi Azra adalah kurangnya dukungan finansial yang memadai untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pada masa tersebut, belum tersedia sumber daya yang mampu mengelola dan mengembangkan sekolah-sekolah Islam dengan baik, akibatnya banyak orang tua kaya atau pejabat yang enggan mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Islam. Sehingga sekolah-sekolah Katolik atau Kristen yang dianggap menjanjikan mutu dan disiplin yang lebih baik, lebih diminati oleh kalangan kaya dan pejabat waktu itu. Namun sejak tahun 1970-an, situasi tersebut mulai berubah secara perlahan. Prof. Azyumardi Azra menyebutkan bahwa perintis perubahan tersebut adalh sekolah Islam Al-Azhar yang terletak di lingkungan Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, yang merupakan kawasan elit. Al-Azhar yang sangat terkait dengan dengan visi kemoderenan dan Keindonesiaan Buya Hamka, menjadi model bagi sekolah-sekolah Islam yang mulai bermunculan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia sejak tahun 1980.